Criminal News

LIMA PEJABAT BULOG DITAHAN KEJAKSAAN TINGGI

Date: Tuesday March, 13 2007 12:38

Setelah diperiksa selama sembilan jam, lima orang pejabat di lingkungan Perum Bulog, Senin (12/3) malam, ditahan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta di rumah tahanan Kejaksaan Agung. Mereka adalah mantan Ketua Monitoring Pengadaan Sapi Potong Bulog Tito Pranolo, Kepala Divisi Transportasi dan Pergudangan Bulog Iman Nushafi serta tiga pejabat Bulog lainnya, yakni Ruhiyat Subandi, A. Nawawi dan Mika Ramba Kembenan.

Kelimanya tiba di rumah tahanan Kejaksaan Agung pada pukul 20.15 WIB dengan didampingi kuasa hukum Alamsyah Hanafiah. Penahanan mereka terkait dengan pengadaan 22 ribu ekor sapi potong Bulog secara ilegal dan terbukti merugikan negara sebesar Rp 11 miliar. Menurut Direktur Penyidik Jaksa Muda Tindak Pidana Khusus M. Salim, penyidik sudah menemukan bukti-bukti yang kuat, makanya mereka ditetapkan sebagai tersangka hari ini. Rencananya, penahanan akan berlangsung selama 20 hari.

Menurut kuasa hukum para tersangka, Alamsyah Hanafiah, penahanan kelima pejabat tersebut merupakan rekayasa politik. Menurut Alamsyah, proses penyidikan dianggap overlaping karena terdapat tiga tim penyidik dalam satu kasus yang sama. Alamsyah juga mengatakan, kliennya tidak terlibat alam kasus tersebut dan menganggap justru pihak swasta yang merupakan rekanan Perum Bulog yang sebenarnya melakukan tindak pidana penipuan terhadap Bulog.

Soal pemeriksaan lanjutan terhadap Direktur Utama Perum Bulog Widjanarko Puspoyo M. Salim selaku penyidik mengatakan akan melakukan pemeriksaan lagi sesuai dengan kebutuhan. Widjanarko telah menjalani dua kali pemeriksaan sebagai saksi oleh penyidik Kejaksaan Agung. Ia diperiksa sebagai saksi oleh tim penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung. Dalam pemeriksaan kedua, 6 Maret lalu, Widjanarko menyatakan, pemeriksaan kali ini untuk melengkapi pemeriksaan seminggu sebelumnya. Menurut Widjanarko, tim penyidik Kejaksaan Agung telah mengajukan 24 pertanyaan seputar impor sapi tersebut.

Seperti diketahui, pada tahun 2001 Perum Bulog menjalin kerjasama dengan PT Lintas Nusa Pratama dan PT Surya Bumi Manunggal yang bertindak sebagai pemasok dalam proyek pengadaan 22 ribu ekor sapi dari Australia. Kontrak kerja sama diindikasikan sebagai kasus korupsi karena tidak pernah terealisir. Padahal, Bulog sudah mengeluarkan biaya kurang lebih Rp 11 milliar. Gagalnya kontrak kerja sama tersebut diduga sebagai akibat kerugian yang dialami pemasok. Oleh karenanya, Direktur Lintas Nusa Pratama Maulani dijatuhi hukuman penjara lima tahun. Sementara menurut Widjanarko, gagal memenuhi order semacam ini adalah hal biasa dalam perdagangan.a

First Page  Previous  1 2 3 4 5 6  [7]  8 9 10   Next  
> Copyrights 2006 ROBERT KHUANA, S.H & PARTNERS. Developed by Babon Multimedia All Rights Reserved