Business News

SETAHUN , PELANGGAN BAKRIE TELECOM TUMBUH 218 %

Date: Wednesday March, 21 2007 08:45

PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) membukukan kenaikan pendapatan kotor perusahaan (gross revenue) sebesar 125 % dari Rp369,1 miliar tahun 2005 menjadi Rp829,4 Miliar di tahun 2006. "Periode yang sama BTEL juga mencatat kenaikan pendapatan bersih menjadi Rp607,9 miliar atau 149,4 persen dari sebelumnya Rp607,9 miliar," kata Presiden Direktur BTEL Anindya N. Bakrie, di Jakarta, Selasa.

Dalam keterangan persnya, ia menjelaskan, dengan kinerja itu BTEL juga mencatatkan laba bersih sekitar Rp72,68 miliar pada 2006 setelah mengalami kerugian pada 2005 sebesar Rp144,3 miliar. "Mulai tahun 2006 kami bisa membalikkan keadaan," katanya. Hal itu juga terlihat pada rasio pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) yang naik signifikan dari Rp23,95 miliar menjadi Rp291,52 miliar.

Lonjakan ini, diutarakan Anindya, sangat berarti bagi sebuah perusahaan yang baru saja memperoleh lisensi nasional dari pemerintah Desember 2006, dimana sampai dengan akhir tahun 2006 lebih dari 98 % pendapatan perusahaan hanya berasal dari 2 kota saja yaitu Jakarta dan Bandung. Jumlah pelanggan BTEL selama 2006 tumbuh hingga 218 %, menjadi 1,547 juta nomor dari tahun 2005 sebanyak 486.000 nomor.

Lebih lanjut Anindya menjelaskan akan menggelar jaringan nasional di 17 kota di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi, serta memenuhi target jumlah pelanggan sebanyak 3,6 juta di akhir tahun 2007 ini. "Awal semester 2007 ini kami segera menggelar layanan di Surabaya, Semarang, Yogyakarta, dan Medan," ujarnya. Ia juga berharap, agar proses realokasi frekuensi 800 MHz yang meliputi migrasi frekuensi lintas operator dapat berjalan mulus, sehingga target memulai layanan di wilayah nasional dapat terpenuhi.

Untuk mewujudkan target itu, BTEL menganggarkan belanja modal sebesar 220 juta dolar AS, dengan proporsi sekitar 60 persen untuk pembiayaan infrastruktur, "backbone" transmisi jaringan dan membangun sistem teknologi dan informasi. Sedangkan 40 persen sisanya untuk peralatan jaringan (Mobile Switching Center/MSC, Base Station Controller/BSC, dan Base Transceiver Station/BTS).

Tahun 2007, BTEL berencana menggelar sekitar 800 BTS baru dan membangun beberapa MSC. Wakil Direktur Utama PT BTEL, M Buldansyah mengatakan, penggelaran jaringan baru itu menerapkan strategi membangun sendiri maupun melakukan penggunaan infrastruktur bersama (kolokasi) dengan operator menara telekomunikasi.

First Page  Previous  1 2  [3]  4 5 6 7 8 9 10   Next  
> Copyrights 2006 ROBERT KHUANA, S.H & PARTNERS. Developed by Babon Multimedia All Rights Reserved