Business News

BALI TETAPKAN KUOTA 70 RIBU EKORPERDAGANGAN SAPI ANTAR PROPINSI

Date: Monday April, 02 2007 12:33

Bali memasok matadagangan sapi potong untuk memenuhi permintaan konsumen masyarakat sekitar Jakarta dan selama tiga bulan periode Januari-Maret 2007 telah dipasok sebanyak 21.500 ekor. Pengiriman matadangan antarpulau dilakukan secara bertahap sesuai permintaan konsumen di ibukota Jakarta, kata Kepala Dinas Peternakan Propinsi Bali, Ir Ida Bagus Raka didampingi Kepala Sub Bina Kesehatan Hewan Ir Ketut Suarda di Denpasar, Senin. Ia mengatakan, pengiriman pada bulan Januari tercatat 8.416 ekor, Pebruari 6.079 ekor dan bulan Maret tidak kurang dari 7.015 ekor, dengan berat masing-masing antara 350-400 kg per ekor. Pemerintah Propinsi Bali menetapkan jatah perdagangan sapi antarpulau tahun 2007 sebanyak 75.000 ekor. Jatah tersebut jumlahnya sama dengan realisasi perdagangan sapi tahun sebelumnya.

Sementara jatah perdagangan sapi tahun 2005 yang seluruhnya terealisasi sebanyak 70.000 ekor dan tahun 2004 tercatat 55.000 ekor. Ida Bagus Raka menambahkan, jatah perdagangan sapi antarpulau yang ditetapkan Gubernur Drs Dewa Beratha sesuai hasil pengkajian terhadap potensi, yakni peningkatan populasi sapi bali dengan tetap memperhatikan keseimbangan ternak sapi di Pulau Dewata ini. Pemprop Bali menetapkan kuota perdagangan sapi antarpulau mengingat permintaan pasar yang cukup besar, tidak seimbang dengan upaya meningkatkan populasi ternak yang sangat laris tersebut. Oleh sebab itu permintaan matadangan sapi antarpulau yang menunjukkan trend terus meningkat itu, memerlukan perhitungan matang terhadap pertambahan populasi setiap tahunnya.

"Dari populasi sapi yang ada, maksimal hanya sepuluh persen yang diijinkan untuk perdagangan antarpulau," kata Ida Bagus Raka.
Populasi ternak sapi di Bali tercatat 600.973 ekor dengan kepadatan sebaran ternak rata-rata 93,3 ekor per kilometer persegi. Pemprop bertekad menjaga keseimbangan populasi sapi bali, sehingga pengeluaran, baik untuk dipotong maupun sebagai matadagangan antarpulau, sangat dibatasi. Hal itu dilakukan mengingat permintaan terhadap matadangan sapi semakin banyak, tidak sebanding dengan upaya meningkatkan populasi sapi bali, ujar Ida Bagus Raka.

First Page  Previous  1  [2]  3 4 5 6 7 8 9 10   Next  
> Copyrights 2006 ROBERT KHUANA, S.H & PARTNERS. Developed by Babon Multimedia All Rights Reserved